Randomized
Pharmacophore Identification for Drug (RAPID)
RAPID (Randomized Pharmacophore
Identification Drug Design) adalah sistem perangkat lunak yang terintegrasi
dengan mencoba mengidentifikasi
invariants geometrik di antara kumpulan molekul ligan kecil seperti molekul. RAPID sebagai metode komputerisasi yang
digunakan untuk tujuan penentuan analisis dan identifikasi komfor suatu ligan
sehingga dapat digunakan untuk dasar atau bahan pembuatan dan desain
obat-obatan farmasi baru yang sesuai dengan kebutuhan.
Dua metode yang saling melengkapi dalam
penggunaan komputer sebagai alat bantu penemuan obat, adalah ligand-based
drug design (LBDD) yaitu rancangan obat berdasarkan ligan yang sudah
diketahui, dan structure-based drug design (SBDD) yaitu rancangan obat
berdasarkan struktur target yang didasarkan pada struktur target reseptor yang
bertanggung jawab atas toksisitas dan aktivitas suatu senyawa didalam tubuh.
Metode LBDD yang lazim digunakan
adalah pharmacophore discovery, hubungan kuantitatif struktur-aktivitas
(HKSA/QSAR), dan docking molekular
(molecular docking). Sedangkan SBDD memanfaatkan informasi dari
struktur protein target untuk mencari sisi aktif protein yang berikatan dengan
senyawa obat. Berdasarkan prediksi sisi aktif dapat dirancang senyawa yang
diharapakan berikatan dengan protein target tersebut dan memiliki aktivitas
biologis.
Metode yang digunakan dalam rancangan
obat rasional antara lain adalah :
a.
Rancangan obat dengan bantuan komputer
(Computer assited Drug Design = CADD)' terutama berhubungan dengan parameter
kimia fisika yang terlibat dalam aktivitas obat,hubungan
kuantitatif struktur-aktivitas dan model kimia kuantum atau perhitungan orbit
molekul.
b.
Grafik molekul, terutama untuk
mengetahui bentuk konformasi dan model molekul senyawa sebagai petunjuk dalam
rancangan analog.
c.
Kesesuaian reseptor (Reseptor-fit),
untuk karakterisasi reseptor farmakologis dan melihat model interaksi
obat-reseptor atau substrat-enzim serta ikatan-ikatan kimia yang terlibat dalam
interaksi obat-reseptor.
Rancangan obat rasional dapat dibagi
menjadi dua syarat, yaitu:
1.
Struktur 3Dimensi target biologis (receptor-based drug design)
Pengembangan
molekul kecil dengan sifat yang diinginkan untuk target, biomolekul (protein
atau asam nukleat), yang fungsional peran dalam proses seluler dan informasi
struktural 3D dikenal. Pendekatan ini dalam desain obat mapan dan sedang
diterapkan secara luas oleh industri farmasi. Tahap umum receptor-based drug design:
a. Diuji
struktur 3D dari target biologis (biasanya berupa struktur kristal sinar-ray);
kalau bisa target yang sudah membentuk kompleks dengan molekul kecil (ligan)
aktif.
b. Dicari
gugus kimia spesifik yang berperan dalam interaksi antara protein target dan
obat.
c. Merancang
kandidat obat baru yang mempunyai pola interaksi yang sama terhadap target
biologis.
2.
Struktur molekul kecil yang sudah terbukti aktif (pharmacophore-based drug design)
Pengembangan
molekul kecil dengan sifat yang telah ditetapkan untuk target, yang fungsi
seluler dan informasi strukturalnya mungkin diketahui atau tidak diketahui.
Pengetahuan tentang target yang tidak diketahui (gen dan protein) dapat
diperoleh dengan menganalisis data ekspresi gen global dari sampel yang tidak
diobati dan diobati dengan obat menggunakan alat komputasi canggih. Tahap umum pharmacophore-based
drug design:
a. Pengujian
sifat/fitur molekul-molekul (ligan) kecil inaktif dan fitur molekul-molekul
kecil yang aktif.
b. Menyusun hipotesis tentang gugus fungsi apa
pada ligan yang dibutuhkan untuk aktivitas biologis, dan gugus fungsi apa yang
menekan aktivitas biologis.
c. Menyusun
ligan baru dengan gugus fungsi/kimiawi yang diperlukan dengan profil 3D/lokasi
yang sama dengan ligan aktif. (“Mimic” the
active groups).
DOCKING
MOLEKULER
Molecular docking bertujuan meniru
peristiwa interaksi suatu molekul ligan dengan protein yang menjadi targetnya
pada uji in-vitro. Molecular docking dapat diklasifikasikan menjadi 3
berdasarkan fleksibilitas molekul yaitu Rigid Docking (bersifat rigid/kaku),
semi-fleksible docking (bersifat semi fleksibel) dan fleksible docking
(bersifat fleksibel). Tujuan dari docking adalah untuk mencapai konformasi
protein dan ligan yang optimal. Docking membantu dalam mempelajari obat / ligan
atau interaksi reseptor / protein dengan mengidentifikasi situs aktif yang
cocok pada protein, mendapatkan geometri terbaik dari kompleks ligan –reseptor.
Docking menjadi dasar untuk penemuan obat secara simulasi komputasi.
Langkah pertama dari desain obat
dibantu komputer adalah menemukan situs pengikatan ligan protein, yang
merupakan kantong atau celah pada permukaan protein yang digunakan untuk
mengikat ligan (obat terlarang) . Dengan peningkatan jumlah struktur biologi
molekul yang tersedia, pendekatan docking telah menjadi alat yang sangat
penting dan berguna dalam penemuan obat rasional berbasis struktur dan desain.
Untuk reseptor protein dengan struktur
tiga dimensi yang dikenal, masalahnya docking ligan-protein pada dasarnya
terdiri dalam memprediksi konformasi terikat ligan molekul dalam situs aktif
protein. Berbagai metode komputasi telah dikembangkan untuk menentukan struktur
dan fungsi protein dan mempelajari lebih lanjut tentang protein lipat
mekanisme. Efisien komputasi teknik dapat membantu untuk memecahkan masalah
struktur protein (yaitu Homologi pemodelan, threading dan ab initio), yang
memungkinkan aplikasi yang beragam dalam banyak bidang penelitian scientifik.
Pengetahuan tentang struktur 3D protein
ini juga sangat penting untuk studi mitra makromolekul lain dengan siapa mereka
dapat berinteraksi. Selain itu dengan penerapan komputasi dalam hal ini juga
dapat mengurangi biaya yang sangat besar, dan menghemat waktu dalam
rekombinasinya, serta mempermudah dalam perhitungan kompleks suatu rekombinasi.
Dalam hal ini masalah utama docking adalah sulit optimasi yang melibatkan
banyak derajat kebebasan, dan pengembangan efisien docking algoritma dan
metodologi akan menjadi manfaat besar dalam desain obat baru.
Dalam hal ini pendekatan algoritma
optimasi sangat membantu optimasi untuk mendapatkan desian obat secara
simulasi. Kombinasi dari algoritma genetika (GA) , rotamer Perpustakaan dan
dinamika molekular (MD) atau normal mode (NM), dapat merupakan pendekatan yang
baik untuk melakukan docking studi. Algoritma genetika juga dapat digunakan
untuk menyelesaiakan permasalahan CVRP, Penempatan pegawai, penjadwalan,
optimasi BTS, dll.
Sumber:
Hartanto.S.,dan M.I.Irawan.2017. Kajian
Pendekatan Penempatan Ligan pada Protein Menggunakan Algoritma Genetika. Jurnal Sains Dan Seni Its.Vol. 6, No. 2
2337-3520
Pertanyaan
:
1. Apa itu docking molekul?
2. Keuntungan dan kerugian RAPID?
3. Hubungan RAPID dengan docking molekul?
Hai cindy
BalasHapusMolecular docking bertujuan meniru peristiwa interaksi suatu molekul ligan dengan protein yang menjadi targetnya pada uji in-vitro
Hay sindi saya akn mencoba mnjawab prtanyAAN nmor 1
BalasHapusMolecular docking bertujuan meniru peristiwa interaksi suatu molekul ligan dengan protein yang menjadi targetnya pada uji in-vitro
artikel yang bagus dan bermanfaat, terimakasih cindy
BalasHapussaya akan menjawab pertanyaan nomor 1. DOcking molekuler yaitu tahap Preparasi Ligan. Ligan dalam bentuk struktur tiga dimensi dan dioptimasi dengan metode Ab initio menggunakan program HyperChem dan preparasi reseptor
BalasHapusRapid salah satu keuntungan nya cepat dan mudah karena dengan komputer isasi
BalasHapusiya saya setuju dg saudari lexsa, salah satu keuntungan dari rapid adalah cepat, namun biayanya agak mahal karena menggunakan sistem komputerisasi. terimakasih :)
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusHallo Cindy.
BalasHapusArtikelnya sangat bermanfaat.
Terimakasih.
Halo Cindy. Molecular docking bertujuan meniru peristiwa interaksi suatu molekul ligan dengan protein yang menjadi targetnya pada uji in-vitro
BalasHapusMolecular docking bertujuan meniru peristiwa interaksi suatu molekul ligan dengan protein yang menjadi targetnya pada uji in-vitro
BalasHapusArtikel yang baik, terimakasih cindy
BalasHapusArtikel yang baik, terimakasih cindy
BalasHapusArtikel yang baik, terimakasih cindy
BalasHapusArtikelnya sangat membantu saya
BalasHapusHi Cindi. saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 2. menurut saya keuntungan dari RAPID adalah mudah digunakan terlebih aplikasinya dengan menggunakan komputer
BalasHapusHai cindi pemaparan yang sangat baik dan menarik. Terimkasih
BalasHapusTerimakasih sdh mmbntun sy untuk memahami
BalasHapusHaii cindy, pemaparan materi yg mudah di pahamin, shga sy bsa menjawab tgs2 sy,
BalasHapusTerimaksih yaa
Hai cindy saya rasa artikelnya lengkap. Terimakasih
BalasHapusterimakasih untuk materinya, sangat membantu
BalasHapusterimakasih untuk materinya, sangat membantu
BalasHapus