1. Pengertian
Ikatan Peptida
Ikatan
peptida adalah jenis ikatan kovalen yang hanya ditemukan dalam molekul protein.
Ikatan ini menyatukan asam amino sama untuk menciptakan rantai peptida, yang
kemudian bergabung bersama-sama untuk membentuk protein. Ikatan peptida
terbentuk ketika atom karbon pada gugus karboksil suatu molekul berbagi
elektron dengan atom nitrogen pada gugus amina molekul lainnya.
Membentuk
ikatan kovalen ketika satu atom dalam molekul berbagi satu, dua atau tiga
elektron dengan sebuah atom dari molekul lain. Jenis ikatan yang kuat dan bisa
sulit untuk mematahkan. Ikatan peptida sangat stabil, yang berarti mereka
sulit untuk pecah.
2. Pembentukan Ikatan Peptida
Reaksi
pembentukan ikatan peptida antar asam amino dalam protein yang terjadi
merupakan reaksi kondensasi, yang ditandai dengan lepasnya molekul air
ketika reaksi berlangsung. Hasil dari ikatan ini merupakan ikatan CO-NH, dan
menghasilkan molekul yang disebut amida. Semua protein terbuat dari rantai
asam amino ikatan yang bersama-sama dalam cara yang sangat spesifik. Sebagian
besar asam amino memiliki gugus karboksil tunggal (-COOH) di satu sisi dan
gugus amino (NH2-) di sisi lain. Asam amino yang berdekatan dapat membentuk
ikatan peptida ketika satu kelompok asam karboksil yang bergabung dengan gugus
amino yang lain.
Ketika
ikatan peptida terbentuk antara asam amino, molekul air hilang. Jenis reaksi
ini disebut reaksi kondensasi. Molekul air (H2O) yang dibuat oleh hilangnya
hidroksil (OH-) dari gugus karboksil dan atom hidrogen (H) dari gugus amino.
Fakta bahwa semua asam amino ikatan bersama-sama dengan cara ini adalah salah
satu faktor yang menentukan bentuk protein yang dibuat.
Ikatan
peptida tunggal terjadi antara masing-masing pasangan asam amino. Protein juga
disebut polipeptida seperti yang sering terdiri dari puluhan bahkan ratusan
asam amino yang telah bergabung bersama menjadi rantai peptida. Ini berarti
bahwa protein mengandung banyak ikatan peptida.
Contoh
ikatan peptida:
3) Cara
Memutus Ikatan Peptida
Ikatan
peptida dapat dirusak atau diputus dengan melakukan hidrolisis. Ikatan peptida
terbentuk dari protein yang mempunyai kecenderungan untuk putus secara spontan
ketika terdapat air. Dari hasil pemutusan tersebut, dilepaskan energi sebesar
10 kJ/mol. Namun, proses pemutusan terjadi sangat lambat. Pada umumnya,
organisme menggunakan enzim untuk membantu proses pemutusan atau pembentukan
ikatan peptida untuk mempercepat reaksi.
Untuk
memecahkan ikatan peptida, reaksi hidrolisis – kebalikan dari reaksi kondensasi
– harus terjadi. Reaksi hidrolisis terjadi ketika membelah protein menjadi
rantai peptida, atau peptida menjadi asam amino tunggal. Dalam hidrolisis,
molekul air ditambahkan ke ikatan peptida, menyebabkan air untuk membagi. Gugus
hidroksil (OH-) menempel pada gugus karboksil satu asam amino, dan atom
hidrogen (H) menempel pada gugus amino yang lain.
Asam
Amino

Asam
amino adalah senyawa organik yang mengandung gugus amino (NH2),
sebuah gugus asam karboksilat (COOH), dan salah satu gugus lainnya, terutama
dari kelompok 20 senyawa yang memiliki rumus dasar COOH – R – NH2, dan
dihubungkan bersama oleh ikatan peptida untuk membentuk protein.
Jenis
asam amino dibedakan menjadi dua, yaitu asam amino essensial dan asam
amino nonessensial. Asam amino essensial adalah jenis asam amino yang
tidak dapat disintesis oleh tubuh, jadi untuk mendapatkannya kita harus
memakan makanan dari hewan atau tumbuhan yang mengandung asam amino
essensial tersebut. Sedangkan asam amino nonessensial adalah jenis asam
amino yang dapat disintesis oleh tubuh. Jadi, tanpa memakan makanan yang
mengandung asam amino nonessensial tersebut, tubuh dapat mensistesisnya
sendiri. Asam amino essensial terdiri dari 10 asam amino.
Protein

Protein
merupakan polimer yang tersusun dari asam amino sebagai monomernya. Monomer-monomer
ini tersambung dengan ikatan peptida, yang mengikat gugus karboksil milik satu
monomer dengan gugus amina milik monomer di sebelahnya. Protein merupakan
polimer dari asam amino dengan jumlah lebih dari 50 asam amino, kombinasi
dari 10 atau lebih asam amino disebut polipeptida. Protein terbentuk dari
sekitar 10 jenis asam amino.
Protein
merupakan polimer yang tersusun dari asam amino sebagai monomernya.
Monomer-monomer ini tersambung dengan ikatan peptida, yang mengikat gugus
karboksil milik satu monomer dengan gugus amina milik monomer di sebelahnya.
Protein merupakan polimer dari asam amino dengan jumlah lebih dari 50 asam
amino, kombinasi dari 10 atau lebih asam amino disebut
polipeptida. Protein terbentuk dari sekitar 10 jenis asam amino.
Sumber:
Patta, Muis. 2011. Kimia Organik Sekolah Menengah Analis Kimia.
Makassar.
Pertanyaan:
1.
Bagaimana cara memutus ikatan peptide?
2.
Peptida dapat dikelompokan berdasarkan kemiripan struktur dan fungsinya, apa
saja itu?
3.
Ditentukan oleh apakah sifat dari peptide?
haloo, saya mau coba menjawab pertanyaan nomor 1, jadi ikatan peptida dapat dirusak atau diputus dengan melakukan hidrolisis. Ikatan peptida terbentuk dari protein yang mempunyai kecenderungan untuk putus secara spontan ketika terdapat air. Dari hasil pemutusan tersebut, dilepaskan energi sebesar 10 kJ/mol. Namun, proses pemutusan terjadi sangat lambat. Pada umumnya, organisme menggunakan enzim untuk membantu proses pemutusan atau pembentukan ikatan peptida untuk mempercepat reaksi.
BalasHapusmampir ke blog saya jugaa yuk, semoga bisa saling sharing ilmu~
Hai cindy
BalasHapusIkatan peptida dapat dirusak atau diputus dengan melakukan hidrolisis. Ikatan peptida terbentuk dari protein yang mempunyai kecenderungan untuk putus secara spontan ketika terdapat air. Dari hasil pemutusan tersebut, dilepaskan energi sebesar 10 kJ/mol. Namun, proses pemutusan terjadi sangat lambat. Pada umumnya, organisme menggunakan enzim untuk membantu proses pemutusan atau pembentukan ikatan peptida untuk mempercepat reaksi.
Untuk memecahkan ikatan peptida, reaksi hidrolisis – kebalikan dari reaksi kondensasi – harus terjadi. Reaksi hidrolisis terjadi ketika membelah protein menjadi rantai peptida, atau peptida menjadi asam amino tunggal. Dalam hidrolisis, molekul air ditambahkan ke ikatan peptida, menyebabkan air untuk membagi. Gugus hidroksil (OH-) menempel pada gugus karboksil satu asam amino, dan atom hidrogen (H) menempel pada gugus amino yang lain.
No 1
BalasHapusIkatan peptida dapat dirusak atau diputus dengan melakukan hidrolisis. Ikatan peptida terbentuk dari protein yang mempunyai kecenderungan untuk putus secara spontan ketika terdapat air. Dari hasil pemutusan tersebut, dilepaskan energi sebesar 10 kJ/mol. Namun, proses pemutusan terjadi sangat lambat. Pada umumnya, organisme menggunakan enzim untuk membantu proses pemutusan atau pembentukan ikatan peptida untuk mempercepat reaksi
Baiklah saya akan menjawb pertanyaan nomor 1 yaitu Ikatan peptida dapat dirusak atau diputus dengan melakukan hidrolisis. Ikatan peptida terbentuk dari protein yang mempunyai kecenderungan untuk putus secara spontan ketika terdapat air. Dari hasil pemutusan tersebut, dilepaskan energi sebesar 10 kJ/mol. Namun, proses pemutusan terjadi sangat lambat. Pada umumnya, organisme menggunakan enzim untuk membantu proses pemutusan atau pembentukan ikatan peptida untuk mempercepat reaksi.
BalasHapusNo 1
BalasHapusIkatan peptida dapat dirusak atau diputus dengan melakukan hidrolisis. Ikatan peptida terbentuk dari protein yang mempunyai kecenderungan untuk putus secara spontan ketika terdapat air. Dari hasil pemutusan tersebut, dilepaskan energi sebesar 10 kJ/mol. Namun, proses pemutusan terjadi sangat lambat. Pada umumnya, organisme menggunakan enzim untuk membantu proses pemutusan atau pembentukan ikatan peptida untuk mempercepat reaksi
Untuk memecahkan ikatan peptida, reaksi hidrolisis – kebalikan dari reaksi kondensasi – harus terjadi. Reaksi hidrolisis terjadi ketika membelah protein menjadi rantai peptida, atau peptida menjadi asam amino tunggal. Dalam hidrolisis, molekul air ditambahkan ke ikatan peptida, menyebabkan air untuk membagi. Gugus hidroksil (OH-) menempel pada gugus karboksil satu asam amino, dan atom hidrogen (H) menempel pada gugus amino yang lain.
BalasHapusMenurut saya sifat peptide ditentukan darinukuran molekulnya karna berdasarkan sifat fisik peptide memiliki ukuran yang relative kecil dengan berat molekul kurang dari 10.000
BalasHapusUntuk memecahkan ikatan peptida, reaksi hidrolisis – kebalikan dari reaksi kondensasi – harus terjadi. Reaksi hidrolisis terjadi ketika membelah protein menjadi rantai peptida, atau peptida menjadi asam amino tunggal. Dalam hidrolisis, molekul air ditambahkan ke ikatan peptida, menyebabkan air untuk membagi. Gugus hidroksil (OH-) menempel pada gugus karboksil satu asam amino, dan atom hidrogen (H) menempel pada gugus amino yang lain.
BalasHapusHallo Cindy.
BalasHapusSaya akan menjawab pertanyaan nomor 1.
Ikatan peptida dapat dirusak atau diputus dengan melakukan hidrolisis. Ikatan peptida terbentuk dari protein yang mempunyai kecenderungan untuk putus secara spontan ketika terdapat air. Dari hasil pemutusan tersebut, dilepaskan energi sebesar 10 kJ/mol. Namun, proses pemutusan terjadi sangat lambat. Pada umumnya, organisme menggunakan enzim untuk membantu proses pemutusan atau pembentukan ikatan peptida untuk mempercepat reaksi.
Untuk memecahkan ikatan peptida, reaksi hidrolisis – kebalikan dari reaksi kondensasi – harus terjadi. Reaksi hidrolisis terjadi ketika membelah protein menjadi rantai peptida, atau peptida menjadi asam amino tunggal. Dalam hidrolisis, molekul air ditambahkan ke ikatan peptida, menyebabkan air untuk membagi. Gugus hidroksil (OH-) menempel pada gugus karboksil satu asam amino, dan atom hidrogen (H) menempel pada gugus amino yang lain.
Haloo Cindy.
BalasHapusIkatan peptida dapat dirusak atau diputus dengan melakukan hidrolisis. Ikatan peptida terbentuk dari protein yang mempunyai kecenderungan untuk putus secara spontan ketika terdapat air. Dari hasil pemutusan tersebut, dilepaskan energi sebesar 10 kJ/mol. Namun, proses pemutusan terjadi sangat lambat. Pada umumnya, organisme menggunakan enzim untuk membantu proses pemutusan atau pembentukan ikatan peptida untuk mempercepat reaksi.
Untuk memecahkan ikatan peptida, reaksi hidrolisis – kebalikan dari reaksi kondensasi – harus terjadi. Reaksi hidrolisis terjadi ketika membelah protein menjadi rantai peptida, atau peptida menjadi asam amino tunggal. Dalam hidrolisis, molekul air ditambahkan ke ikatan peptida, menyebabkan air untuk membagi. Gugus hidroksil (OH-) menempel pada gugus karboksil satu asam amino, dan atom hidrogen (H) menempel pada gugus amino yang lain.
Untuk memecahkan ikatan peptida, reaksi hidrolisis – kebalikan dari reaksi kondensasi – harus terjadi. Reaksi hidrolisis terjadi ketika membelah protein menjadi rantai peptida, atau peptida menjadi asam amino tunggal. Dalam hidrolisis, molekul air ditambahkan ke ikatan peptida, menyebabkan air untuk membagi. Gugus hidroksil (OH-) menempel pada gugus karboksil satu asam amino, dan atom hidrogen (H) menempel pada gugus amino yang lain.
BalasHapusMenurut saya sifat peptide ditentukan darinukuran molekulnya karna berdasarkan sifat fisik peptide memiliki ukuran yang relative kecil dengan berat molekul kurang dari 10.000
BalasHapusMenurut saya sifat peptide ditentukan darinukuran molekulnya karna berdasarkan sifat fisik peptide memiliki ukuran yang relative kecil dengan berat molekul kurang dari 10.000
BalasHapusMenurut saya sifat peptide ditentukan darinukuran molekulnya karna berdasarkan sifat fisik peptide memiliki ukuran yang relative kecil dengan berat molekul kurang dari 10.000
BalasHapusHay Cindy saya coba jawab pertanyaan nomor 1 Cara Memutus Ikatan Peptida
BalasHapusIkatan peptida dapat dirusak atau diputus dengan melakukan hidrolisis. Ikatan peptida terbentuk dari protein yang mempunyai kecenderungan untuk putus secara spontan ketika terdapat air. Dari hasil pemutusan tersebut, dilepaskan energi sebesar 10 kJ/mol. Namun, proses pemutusan terjadi sangat lambat. Pada umumnya, organisme menggunakan enzim untuk membantu proses pemutusan atau pembentukan ikatan peptida untuk mempercepat reaksi.
Dua molekul asam amino dapat saling berikatan membentuk ikatan kovalen melalui suatu ikatan amida yang disebut dengan ikatan peptida. Ikatan kovalen ini terjadi antara gugus karboksilat dari satu asam amino dengan gugus α amino dari molekul asam amino lainnya dengan melepas molekul air.
Sayaencobaenjawab pertanyaan no 3. Kelas peptida dapat dikelompokkan menurut kemiripan struktur dan fungsinya,diantaranya:
BalasHapus1. Peptida Ribosomal
Peptida ribosomal disintesis dari translasi mRNA. Peptida ini berfungsi sebagai hormon dan molekul signal pada organisme tingkat tinggi. Secara umum, peptida ini mempunyai strukstur linear.
2. Peptida non-Ribosomal
Peptida non-Ribosomal disintesis dengan kompleks enzim.
Hi CIndy. saya ingin mencoba menjawab pertanyaan nomor 3.
BalasHapusSifat peptida ditentukan oleh gugus –NH2, gugus –COOH, dan gugus R. Sifat asam dan basa ditentukan oleh gugus –COOH dan –NH2, namun pada peptida rantai panjang, gugus –COOH dan –NH2 tidak lagi berpengaruh. Suatu peptida juga mempunyai titik isoelektrik seperti pada asam amino.
Hai cindi saya mau menanyakan mekanisme dan sintesis dari peptida itu seperti apa ya?
BalasHapusTerimaksih
Terimakasih sdh mmbntun sy untuk memahami
BalasHapusHaii cindy, banyu jawab nomor 1 ya, menurut mega cara Memutus Ikatan Peptida
BalasHapusIkatan peptida dapat dirusak atau diputus dengan melakukan hidrolisis Ikatan peptida terbentuk dari protein yang mempunyai kecenderungan untuk putus secara spontan ketika terdapat air. Dari hasil pemutusan tersebut, dilepaskan energi sebesar 10 kJ/mol. Namun, proses pemutusan terjadi sangat lambat. Pada umumnya, organisme menggunakan enzim untuk membantu proses pemutusan atau pembentukan ikatan peptida untuk mempercepat reaksi.
Untuk memecahkan ikatan peptida, reaksi hidrolisis – kebalikan dari reaksi kondensasi – harus terjadi. Reaksi hidrolisis terjadi ketika membelah protein menjadi rantai peptida, atau peptida menjadi asam amino tunggal. Dalam hidrolisis, molekul air ditambahkan ke ikatan peptida, menyebabkan air untuk membagi. Gugus hidroksil (OH-) menempel pada gugus karboksil satu asam amino, dan atom hidrogen (H) menempel pada gugus amino yang lain.
Hay Cindy saya coba jawab pertanyaan nomor 1 Cara Memutus Ikatan Peptida
BalasHapusIkatan peptida dapat dirusak atau diputus dengan melakukan hidrolisis. Ikatan peptida terbentuk dari protein yang mempunyai kecenderungan untuk putus secara spontan ketika terdapat air. Dari hasil pemutusan tersebut, dilepaskan energi sebesar 10 kJ/mol. Namun, proses pemutusan terjadi sangat lambat. Pada umumnya, organisme menggunakan enzim untuk membantu proses pemutusan atau pembentukan ikatan peptida untuk mempercepat reaksi.
Dua molekul asam amino dapat saling berikatan membentuk ikatan kovalen melalui suatu ikatan amida yang disebut dengan ikatan peptida. Ikatan kovalen ini terjadi antara gugus karboksilat dari satu asam amino dengan gugus α amino dari molekul asam amino lainnya dengan melepas molekul air.
Hello sindy...
BalasHapusTerimakasih untuk artikel nya, sangat bermanfaat.