1. Pengertian Aterosklerosis
Aterosklerosis adalah kondisi dimana terjadi
penyempitan pembuluh darah akibat timbunan
lemak yang meningkat dalam dinding pembuluh darah yang akan menghambat aliran darah. Aterosklerosis bisa terjadi pada arteri di
otak, jantung, ginjal, dan organ vital lainnya serta pada lengan
dan tungkai. Jika aterosklerosis terjadi didalam arteri yang menuju ke otak
(arteri karoid) maka bisa terjadi stroke. Namun jika terjadi didalam arteri
yang menuju kejantung (arteri koroner), maka bisa terjadi serangan jantung.
Biasanya arteri yang paling sering terkena adalah arteri koroner, aorta, dan arteri-arteri serbrum.
Aterosklerosis merupakan proses yang berbeda.
yang menyerang intima arteri besar dan medium.
Perubahan tersebut meliputi penimbunan lemak, kalsium. komponen darah,
karbohidrat dan jaringan fibrosa pada
lapisan intima arteri. Penimbunan tersebut dikenal sebagai aleroma atau plak. Karena aterosklerosis merupakan pe¬nyakit
arteri umum, maka bila kita menjumpainya
di ekstremitas, maka penyakit tersebut juga terdapat di bagian tubuh yang lain.
(Corwin,2001).
2. Manifestasi Klinik Aterosklerosis
Manifestasi klinik dari proses aterosklerosis
kompleks adalah penyakit jantung koroner, stroke bahkan kematian. Sebelum terjadinya penyempitan atau penyumbatan
mendadak, aterosklerosis tidak
menimbulkan gejala. Gejalanya tergantung dari lokasi terbentuknya, sehinnga bisa berupa gejala jantung, otak, tungkai
atau tempat lainnya. Jika aterosklerosis menyebabkan
penyempitan arteri yang sangat berat, maka bagian tubuh yang diperdarahinnya tidak akan mendapatkan darah dalam jumlah yang
memadai, yang mengangkut oksigen ke jaringan
Gejala awal dari penyempitan arteri bisa berupa
nyeri atau kram yang terjadi pada saat aliran
darah tidak dapat mencukupi kebutuhan oksigen. Yang khas gejala aterosklerosis
timbul secara perlahan, sejalan dengan
terjadinya penyempitan arteri oleh ateroma yang juga berlangsung
secara perlahan.Tetapi jika penyumbatan terjadi secara tiba-tiba (misalnya jika
sebuah bekuan menyumbat arteri ) maka gejalanya akan timbul secara mendadak.
3. Faktor – Faktor Resiko
1. Yang tidak dapat diubah
·
Usia
·
Jenis kelamin
·
Riwayat keluarga
2. Yang dapat diubah dibagi menjadi 2,
yaitu:
a. Mayor
·
Peningkatan lipid serum
·
Hipertensi
·
Merokok
·
Gangguan toleransi glukosa
·
Diet tinggi lemak jenuh, kolesterol dan kalori
b.Minor
·
Gaya hidup yang kurang bergerak
·
Stress psikologik
·
Tipe kepribadian
4. Pengobatan
Aterosklerosis
Bisa diberikan obat-obatan untuk
menurunkan kadar lemak dan kolesterol dalam darah (contohnya Kolestiramin,
kolestipol, asam nikotinat, gemfibrozil, probukol, lovastatin). Aspirin,
ticlopidine dan clopidogrel atau anti-koagulan bisa diberikan untuk mengurangi
resiko terbentuknya bekuan darah.
Angioplasti balon dilakukan untuk meratakan
plak dan meningkatkan aliran darah yang melalui endapan lemak. Enarterektomi
merupakan suatu pembedahan untuk mengangkat endapan. Pembedahan bypass
merupakan prosedur yang sangat invasif, dimana arteri atau vena yang normal
dari penderita digunakan untuk membuat jembatan guna menghindari arteri yang
tersumbat.
5. Pencegahan
Untuk membantu mencegah aterosklerosis
yang harus dihilangkan adalah faktor-faktor resikonya. Jadi tergantung kepada
faktor resiko yang dimilikinya, seseorang hendaknya:
·
Menurunkan kadar kolesterol darah
·
Menurunkan tekanan darah
·
Berhenti merokok
·
Menurunkan berat badan
·
Berolah raga secara teratur.
Hiperlipidemia
Hiperlipidemia adalah suatu kondisi kadar lipid darah yang melebihi
kadar normalnya. Hiperlipidemia disebut juga peningkatan lemak dalam darah dan
karena sering disertai peningkatan beberapa fraksi lipoprotein, disebut juga
hiperlipoproteinemia. Hiperlipidemik dapat berupa hiperkolesterolemia dan hipertrigliseridemia
(Katzung,2001).
Lemak (disebut juga lipid) adalah zat yang kaya energi, yang
berfungsi sebagai sumber energi utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak
diperoleh dari makanan atau dibentuk di dalam tubuh, terutama di hati dan bisa
disimpan di dalam sel-sel lemak untuk digunakan di kemudian hari. Sel-sel lemak
juga melindungi tubuh dari dingin dan membantu melindungi tubuh terhadap
cedera. Lemak merupakan komponen penting dari selaput sel, selubung saraf yang
membungkus sel-sel saraf serta empedu. Dua lemak utama dalam darah adalah kolesterol
dan trigliserida. Lemak mengikat dirinya pada protein tertentu
sehingga bisa larut dalam darah; gabungan antara lemak dan protein ini disebut lipoprotein.
Lipoprotein yang utama adalah :
1. Kilomikron
2. VLDL(Very
Low Density Lipoproteins)
3. LDL
(Low Density Lipoproteins)
4. HDL(High
Density Lipoproteins)
Tatalaksana Terapi Hiperlipidemia
1. Terapi non farmakologi
Diet rendah kolesterol dan lemak jenuh akan mengurangi kadar LDL. Olahraga
bisa membantu mengurangi kadar kolesterol LDL dan menambah kadar kolesterol
HDL. Biasanya pengobatan terbaik untuk orang-orang yang memiliki kadar
kolesterol dan trigliserida tinggi adalah:
a. Menurunkan berat badan jika mereka mengalami kelebihan berat badan
b. Berhenti merokok
c. Mengurangi jumlah lemak dan kolesterol dalam tubuhnya
d. Menambah porsi olahraga
e. Mengkonsumsi obat penurun kadar lemak (jika diperlukan)
2. Terapi farmakologi
Jenis Obat
|
Contoh
|
Cara Kerja
|
Penyerap asam empedu
|
Kolestiramin
Kolestipol
|
Mengikat asam empedu di usus, dan meningkatkan pembuangan LDL dari aliran
darah
|
Penghambat sintesa protein
|
Niasin
|
Mengurangi kecepatan VLDL (VLDL merupakan prekursos dari LDL)
|
Penghambat HMG
Koenzim-A reduktase
|
Adrenalin, Flufastatin
Lovastatin
Vlavastatin
Sinvastatin
|
Menghambat pembentukan kolesterol, dan meningkatkan pembuangan LDL dari
aliran darah
|
Derivat asam fibrat
|
Klofibrat
Fenofibrat
Gemfibrosil
|
Meningkatkan pemecahan lemak
|
3. Terapi obat kombinasi
Obat
|
Mekanisme Aksi
|
Efek Lipid
|
Efek Lipoprotein
|
Keterangan
|
Cholestyramine, colestipol, colesevam
|
Naiknya katabolisme LDL, turunnya Absorpsi kolesterol,
|
Turunnya kolesterol
|
Turunnya LDL
|
Permasalahan akibat komplikasi, ikatan dengan beberapa obat golongan asam
|
Niacin
|
Turunnya LDL, sintesis VLDL
|
Turunnya trigliserida dan kolesterol
|
Turunnya VLDL,LDL,HDL
|
Masalah dengan penerimaan pasaien, kombinasi yg baik dengan resin
obat,menyebabkan hepatotoksik yang rendah
|
Probucol
|
Naiknya bersihan LDL
|
Turunnya kolesterol
|
Turunnya LDL dan HDL
|
Menurunnya HDL, efikasi dengan menghambat oksidasi LDL dan fasilitator
bolak balik kolesterol
|
Gemfibrozil, fenofibrate, clofibrate
|
Naiknya bersihan VLDL dan turunnya sintesis VLDL
|
Turunnya trigliserida dan kolesterol
|
Turunnya VLDL, LDL dan naiknya HDL
|
Menyebabkan kolesterol, rendahnya lDL akibat HDL, Gemfibrosil menghambat
glukoronidasi oleh simvastatin, lovastatin, atorvastatin
|
Lomvastatin, pravastatin, simvastatin,fluvastatin, atrovastatin,
furvastatin
|
Naiknya katabolisme LDL dan menghambat sintesis LDL
|
Turunnya kolesterol
|
Turunnya LDL
|
Naiknya aktivitas family heterozygote hiperkolestrolemia dengan kombinasi
beberapa agen
|
Ezetimibe
|
Menghambat absorpsi koloesterol dan melewati saluran intestinal
|
Turunnya kolesterol
|
Turunnya LDL
|
Menimbulkan reaksi efek samping dan reaksi additive dengan obat lain
|
Sumber:
Corwin, Elizabeth J. 2001. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC.
Katzung, Bertram. 2001. Basic and Clinical
Pharmacology 8th ed . McGraw- Hill Company Inc.
Pertanyaan:
1. Bagaimana
terjadinya aterosklerosis?
2. Apa saja factor-faktor
resiko aterosklerosis?
3. Sebutkan contoh obat hyperlipidemia
dan bagaiman mekanisme kerja dari obat tersebut ?
Hay Cindy saya coba jawab nomor 1
BalasHapusAterosklerosis adalah kondisi dimana terjadi penyempitan pembuluh darah akibat timbunan lemak yang meningkat dalam dinding pembuluh darah yang akan menghambat aliran darah. Aterosklerosis bisa terjadi pada arteri di otak, jantung, ginjal, dan organ vital lainnya serta pada lengan dan tungkai. Jika aterosklerosis terjadi didalam arteri yang menuju ke otak (arteri karoid) maka bisa terjadi stroke. Namun jika terjadi didalam arteri yang menuju kejantung (arteri koroner), maka bisa terjadi serangan jantung. Biasanya arteri yang paling sering terkena adalah arteri koroner, aorta, dan arteri-arteri serbrum.
halooo! artikelnya menarik sekali nih bisa dipahami dengan mudah jadi bisa buat referensi kuliaah
BalasHapusMantap..terima kasih banyak
BalasHapusHai cindy
BalasHapusArtikel anda sangat bermanfaat sekali.terimakadih
Baiklah saya akan menjawab nomor 2 yaitu merokok, tekann darah tinggi, resistensi insulin
BalasHapusHay Cindy saya coba jawab nomor 1
BalasHapusAterosklerosis adalah kondisi dimana terjadi penyempitan pembuluh darah akibat timbunan lemak yang meningkat dalam dinding pembuluh darah yang akan menghambat aliran darah. Aterosklerosis bisa terjadi pada arteri di otak, jantung, ginjal, dan organ vital lainnya serta pada lengan dan tungkai. Jika aterosklerosis terjadi didalam arteri yang menuju ke otak (arteri karoid) maka bisa terjadi stroke. Namun jika terjadi didalam arteri yang menuju kejantung (arteri koroner), maka bisa terjadi serangan jantung. Biasanya arteri yang paling sering terkena adalah arteri koroner, aorta, dan arteri-arteri serbrum.
Plak yang menyebabkan aterosklerosis terdiri dari kolesterol, zat lemak, kalsium, dan fibrin (zat dalam darah). Plak dapat terbawa aliran darah hingga menyebabkan penyumbatan, atau membentuk bekuan darah pada permukaan plak. Hal tersebut menyebabkan peredaran darah dan oksigen dari arteri ke organ tubuh terhambat
BalasHapusBaiklah saya akan menjawab pertanyaan nomor 3. Salah satu obat antihiperlipidemia yaitu golongan fibrat. Mekanisme kerja golongan fibrat:
BalasHapus1.Meningkatkan lipolisis
2.Meningkatkan asupan asam lemak hati dan menurunkan produksi trigliserida hati
3.Meningkatkan asupan LDL oleh reseptor LDL
4.Menstimulasi transport kolesterol balik sehingga meningkatkan HDL
Plak yang menyebabkan aterosklerosis terdiri dari kolesterol, zat lemak, kalsium, dan fibrin (zat dalam darah). Plak dapat terbawa aliran darah hingga menyebabkan penyumbatan, atau membentuk bekuan darah pada permukaan plak. Hal tersebut menyebabkan peredaran darah dan oksigen dari arteri ke organ tubuh terhambat
BalasHapusTerjadinya aterosklerosis bisa berawal sejak masa anak-anak dan berkembang terus secara perlahan. salah satu penyebabnya adalah kalsium
BalasHapusHallo Cindy.
BalasHapusSaya akan menjawab pertanyaan nomor 2.
Faktor risiko aterosklerosis yaitu:
1. Hiperkolesterolemia
2. Hipertensi
3. Merokok sigaret
4. Diabetes mellitus
5. Obesitas
6. Stress emosional
7. Makanan tinggi karbohidrat
Baiklah saya akan menjawab. Plak yang menyebabkan aterosklerosis terdiri dari kolesterol, zat lemak, kalsium, dan fibrin (zat dalam darah). Plak dapat terbawa aliran darah hingga menyebabkan penyumbatan, atau membentuk bekuan darah pada permukaan plak. Hal tersebut menyebabkan peredaran darah dan oksigen dari arteri ke organ tubuh terhambat
BalasHapusPlak yang menyebabkan aterosklerosis terdiri dari kolesterol, zat lemak, kalsium, dan fibrin (zat dalam darah). Plak dapat terbawa aliran darah hingga menyebabkan penyumbatan, atau membentuk bekuan darah pada permukaan plak. Hal tersebut menyebabkan peredaran darah dan oksigen dari arteri ke organ tubuh terhambat
BalasHapusMenurut beberapa sumber Terjadinya aterosklerosis bisa berawal sejak masa anak-anak dan berkembang terus secara perlahan. salah satu penyebabnya adalah kalsium
BalasHapusMenurut beberapa sumber Terjadinya aterosklerosis bisa berawal sejak masa anak-anak dan berkembang terus secara perlahan. salah satu penyebabnya adalah kalsium
BalasHapusMenurut beberapa sumber Terjadinya aterosklerosis bisa berawal sejak masa anak-anak dan berkembang terus secara perlahan. salah satu penyebabnya adalah kalsium
BalasHapusHay Cindy saya coba jawab pertanyaan nomor 1 penyempitan pembuluh darah akibat timbunan lemak yang meningkat dalam dinding pembuluh darah yang akan menghambat aliran darah
BalasHapusHai Cindy. Artikel yang menarik. saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 2 yaitu Faktor resiko arterisklerosis yang paling sering meliputi hipertensi, merokok, diabetes melitus, obesitas dan faktor genetik
BalasHapusAterosklerosis terbentuk karena adanya plak2 yg mnyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah,hal ini bisa terjadi pada arteri di otak, jantung, ginjal, dan organ vital lainnya serta pada lengan dan tungkai. Jika aterosklerosis terjadi didalam arteri yang menuju ke otak (arteri karoid) maka bisa terjadi stroke. Namun jika terjadi didalam arteri yang menuju kejantung (arteri koroner), maka bisa terjadi serangan jantung. Biasanya arteri yang paling sering terkena adalah arteri koroner, aorta, dan arteri-arteri serbrum.
BalasHapusHai cindy pemaparan yang sangat baik dan menarik. Terimakasih
BalasHapusTerimakasih sdh mmbntun sy untuk memahami
BalasHapusHaii cindy, pemaparan materi yg mudah di pahamin, shga sy bsa menjawab tgs2 sy,
BalasHapusTerimaksih yaa
Baiklah saya akan menjawab pertanyaan nomor 3. Salah satu obat antihiperlipidemia yaitu golongan fibrat. Mekanisme kerja golongan fibrat:
BalasHapus1.Meningkatkan lipolisis
2.Meningkatkan asupan asam lemak hati dan menurunkan produksi trigliserida hati
3.Meningkatkan asupan LDL oleh reseptor LDL
4.Menstimulasi transport kolesterol balik sehingga meningkatkan HDL