Sebagai masyarakat Indonesia, kita pasti tidak
asing dengan yang namanya mitos, benar kan? Malah terkadang kita sulit
membedakan mana mitos dan mana yang
benar-benar fakta.
Mitos sendiri
memang sangat terkenal di kalangan masyarakat Indonesia, mulai dari mitos yang
mengatakan jika duduk di depan pintu akan menghambat jodoh (terasa aneh memang)
sampai mitos-mitos mengenai tumbuhan yang dapat mengobati penyakit tertentu.
Ada kalanya kita bingung apakah mitos mengenai tumbuhan ini benar atau hanya
mitos belaka. Salah satu tumbuhan yang dipercaya memiliki khasiat menyembuhkan
penyakit adalah Kitolod yang ‘katanya’ dapat menyembuhkan berbagai macam
penyakit mata termasuk mata berair, katarak dan glaukoma. Namun apakah mitos tersebut benar? Dan
kitolod itu sendiri apa sih?
Tanaman
kitolod sepertinya masih asing di telinga kita dibandingkan tanaman lain
seperti jahe, temulawak, kencur, dan lain-lain. Nama lain dari tanaman kitolod ini adalah star of Bethlehem, madam
fate dan star flower (Harborne,1987).
Tanaman ini
biasanya tumbuh liar di persawahan atau pinggiran jalan yang mungkin secara
tidak sengaja pernah kita injak atau kita temui. Bentuk bunga dari tanaman ini
seperti bunga melati tetapi bukan bunga melati. Kitolod atau yang dikenal
dengan nama ilmiah Laurentina longiflora
memiliki daun yang bagian pinggirnya tidak rata, dapat digambarkan seperti
garis gergaji. Warna daunnya hijau tua, jika telah berbunga maka bunganya akan
berwarna putih. Batangnya kurang lebih berdiameter 1 cm, menciut dari bawah ke
atas menjadi berdiameter kecil dan apabila batangnya dipegang maka akan terasa
agak keras.
Mungkin masih
bingung ya seperti apa sih kitolod ini? Baiklah, dibawah ini akan ditunjukkan
bagaimana sih penampakan dari kitolod yang daritadi kita sebutkan ini, mari
kita lihat kawan-kawan!
Lalu benarkah tanaman ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit mata?
Menurut Ali (2010), kandungan kimia yang terdapat pada tanaman ini antara lain,
senyawa alkaloid yakni lobelin, lobelamin, dan isotomin. Daunnya mengandung
alkaloid, saponin, flavonoid, dan polifenol. Alkaloid adalah zat yang mempunyai kecenderungan
menghambat laju pertumbuhan bakteri. Flavonoid berperan sebagai antioksidan dan
antibakteri. Saponin adalah zat yang dapat meningkatkan permeabilitas
(kemampuan untuk meloloskan sejumlah partikel) membran sehingga terjadi
hemolisis (pecah) sel. Dan Tanin adalah antibakteri. Berdasarkan hal tersebut,
maka kandungan tanaman kitolod yang berguna sebagai antibakteri sehingga dapat
membersihkan mata dari bakteri. Getah tanaman ini beracun, tetapi bagian
lain memiliki kandungan efek antiradang, antineoplastic atau antikanker,
antiinflamasi atau antiperadangan, analgesic dan hemostatic.
Dr. Sonia Wibisono dalam akun twitternya pun pernah mengatakan bahwa cara
menyembuhkan mata dapat dilakukan dengan memakan makanan berserat, tidak jauh
dengan susu, daging, ikan, telur, pokoknya makanan yang mengandung kalsium dan
protein atau bisa dicari alternatif dengan tumbuhan kitolod. Hal ini berarti, benar
bahwa tanaman kitolod ini memang bisa digunakan untuk mengobati penyakit mata,
bukan hanya sekedar mitos belaka teman-teman hehe.
Bagi
teman-teman yang ingin menggunakan tanaman ini sebagai obat untuk penyakit mata
dapat mengikuti langkah-langkah seperti dibawah ini:
Menurut Ali
(2010), pengunaan daun kitolod ini tidak boleh lebih dari 3 lembar dalam 1 kali
penggunaan. Sebelum digunakan, usahakan selalu dicuci bersih bagian tanaman
yang akan digunakan. Pertama, ambilah 3 lembar daun kitolod yang segar lalu
dicuci bersih. Kedua, dimasukkan dalam mangkuk yang berisi air lalu dilumatkan
daun kitolod tersebut. Ketiga, air tersebut kemudian disaring dan hasil
saringannya dimasukkan dalam botol kaca. Cara penggunaan ramuan ini adalah
diteteskan pada bagian mata 2-3 tetes dalam sehari. Ramuan yang sudah dibuat
dapat disimpan dalam lemari es hingga 1 minggu.
Selamat mencoba
teman-teman!
Sumber:
Ali, Iskandar.
2010. Khasiat Manfaat Kitolod.
Jakarta. Agro Media Pustaka.
Harborne, J.B.
1987. Metode Kimia edisi Kedua.
Bandung. Institut Teknologi Bandung.
