Sabtu, 16 Februari 2019

Kitolod Sebagai Obat Mata, Mitos atau Fakta???


 Sebagai masyarakat Indonesia, kita pasti tidak asing dengan yang namanya mitos, benar kan? Malah terkadang kita sulit membedakan mana  mitos dan mana yang benar-benar fakta.
Mitos sendiri memang sangat terkenal di kalangan masyarakat Indonesia, mulai dari mitos yang mengatakan jika duduk di depan pintu akan menghambat jodoh (terasa aneh memang) sampai mitos-mitos mengenai tumbuhan yang dapat mengobati penyakit tertentu. Ada kalanya kita bingung apakah mitos mengenai tumbuhan ini benar atau hanya mitos belaka. Salah satu tumbuhan yang dipercaya memiliki khasiat menyembuhkan penyakit adalah Kitolod yang ‘katanya’ dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit mata termasuk mata berair, katarak dan glaukoma.  Namun apakah mitos tersebut benar? Dan kitolod itu sendiri apa sih?  

Tanaman kitolod sepertinya masih asing di telinga kita dibandingkan tanaman lain seperti jahe, temulawak, kencur, dan lain-lain. Nama lain dari tanaman  kitolod ini adalah star of Bethlehem, madam fate dan star flower (Harborne,1987).
Tanaman ini biasanya tumbuh liar di persawahan atau pinggiran jalan yang mungkin secara tidak sengaja pernah kita injak atau kita temui. Bentuk bunga dari tanaman ini seperti bunga melati tetapi bukan bunga melati. Kitolod atau yang dikenal dengan nama ilmiah Laurentina longiflora memiliki daun yang bagian pinggirnya tidak rata, dapat digambarkan seperti garis gergaji. Warna daunnya hijau tua, jika telah berbunga maka bunganya akan berwarna putih. Batangnya kurang lebih berdiameter 1 cm, menciut dari bawah ke atas menjadi berdiameter kecil dan apabila batangnya dipegang maka akan terasa agak keras.
Mungkin masih bingung ya seperti apa sih kitolod ini? Baiklah, dibawah ini akan ditunjukkan bagaimana sih penampakan dari kitolod yang daritadi kita sebutkan ini, mari kita lihat kawan-kawan!


Lalu benarkah tanaman ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit mata? Menurut Ali (2010), kandungan kimia yang terdapat pada tanaman ini antara lain, senyawa alkaloid yakni lobelin, lobelamin, dan isotomin. Daunnya mengandung alkaloid, saponin, flavonoid, dan polifenol. Alkaloid adalah zat yang mempunyai kecenderungan menghambat laju pertumbuhan bakteri. Flavonoid berperan sebagai antioksidan dan antibakteri. Saponin adalah zat yang dapat meningkatkan permeabilitas (kemampuan untuk meloloskan sejumlah partikel) membran sehingga terjadi hemolisis (pecah) sel. Dan Tanin adalah antibakteri. Berdasarkan hal tersebut, maka kandungan tanaman kitolod yang berguna sebagai antibakteri sehingga dapat membersihkan mata dari bakteri. Getah tanaman ini beracun, tetapi bagian lain memiliki kandungan efek antiradang, antineoplastic atau antikanker, antiinflamasi atau antiperadangan, analgesic dan hemostatic.  
Dr. Sonia Wibisono dalam akun twitternya pun pernah mengatakan bahwa cara menyembuhkan mata dapat dilakukan dengan memakan makanan berserat, tidak jauh dengan susu, daging, ikan, telur, pokoknya makanan yang mengandung kalsium dan protein atau bisa dicari alternatif dengan tumbuhan kitolod. Hal ini berarti, benar bahwa tanaman kitolod ini memang bisa digunakan untuk mengobati penyakit mata, bukan hanya sekedar mitos belaka teman-teman hehe.

Bagi teman-teman yang ingin menggunakan tanaman ini sebagai obat untuk penyakit mata dapat mengikuti langkah-langkah seperti dibawah ini:
Menurut Ali (2010), pengunaan daun kitolod ini tidak boleh lebih dari 3 lembar dalam 1 kali penggunaan. Sebelum digunakan, usahakan selalu dicuci bersih bagian tanaman yang akan digunakan. Pertama, ambilah 3 lembar daun kitolod yang segar lalu dicuci bersih. Kedua, dimasukkan dalam mangkuk yang berisi air lalu dilumatkan daun kitolod tersebut. Ketiga, air tersebut kemudian disaring dan hasil saringannya dimasukkan dalam botol kaca. Cara penggunaan ramuan ini adalah diteteskan pada bagian mata 2-3 tetes dalam sehari. Ramuan yang sudah dibuat dapat disimpan dalam lemari es hingga 1 minggu.
Selamat mencoba teman-teman!


Sumber:
Ali, Iskandar. 2010. Khasiat Manfaat Kitolod. Jakarta. Agro Media Pustaka.

Harborne, J.B. 1987. Metode Kimia edisi Kedua. Bandung. Institut Teknologi Bandung.

Kitolod Sebagai Obat Mata, Mitos atau Fakta???

  Sebagai masyarakat Indonesia, kita pasti tidak asing dengan yang namanya mitos, benar kan? Malah terkadang kita sulit membedakan mana  ...